Infonusa.co, Samarinda – Masyarakat Samarinda telah menerima kenyataan yang pahit, pasalnya proyek pembangunan terowongan tidak sesuai ekspektasi. Diinformasikan proyek pembangunan terowongan ini akan rampung pada bulan Oktober 2024 mendatang. Akan tetapi pada saat itu hanya selesai menembus saja dan belum bisa dioperasikan.
Melihat kenyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra merasa geram dengan adanya informasi seperti itu. Dirinya mengungkapkan nyatanya apa yang di presentasikan tidak sesuai dengan hasil yang diperlihatkan.
“Tidak sesuai ternyata apa yang dipresentasikan, padahal masyarakat itu menunggu Oktober akhir masa jabatan Walikota ini, itu sudah bisa dinikmati. Cuman terowongan hanya menembus belum bisa di pakai, jadi kalo misalnya itu tidak di anggarkan kelanjutnya akan jadi museum saja,” ungkap Samri, pada Selasa (28/05/2024).
Lanjut Samri, dirinya mengatakan hal tersebut setelah di analisa dan terbukti tidak layak maka, akan diputuskan untuk tidak dilanjutkan. Sebab, juga Belum ada komunikasi secara khusus hingga saat ini.
“Sebenarnya pembangunan terowongan itu saya jujur aja kalau di sampaikan secara khusus itu tidak pernah, tidak ada komunikasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Samri membeberkan ternyata DPRD Kota Samarinda di beri waktu 6 bulan untuk membahasa persoalan tersebut, akan tetapi waktu pembahasaanya hanya berjalan selama 1 minggu saja. Jadi, mau tidak mau program yang ingin dijalankan itu harus di sahkan.
“Akhirnya kita DPRD ini mau tidak mau, daripada program tidak berjalan dan masyarakat dirugikan. Kita mengesahkan atas dasar masyarakat Kota Samarinda,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)










