INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, mulai menjajaki peluang kerja luar negeri bagi alumni pelatihan kompetensi yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah awal dilakukan dengan mendata 305 peserta pelatihan pada 2026 untuk mengetahui minat mereka bekerja di pasar internasional.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pendataan dilakukan melalui pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting. Hasil pendataan akan menjadi dasar untuk mengetahui jumlah alumni yang berminat mengikuti program penempatan kerja luar negeri.
“Di 2026 ini, ada 305 orang yang sudah kita latih melalui APBD. Mereka akan kita panggil dan kita gali lebih dalam peminatannya melalui Zoom Meeting, apakah mereka berminat bekerja di luar negeri,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Dendy menjelaskan, alumni yang berminat berpeluang memperoleh fasilitasi melalui program Kementerian Ketenagakerjaan. Fasilitasi tersebut mencakup pelatihan lanjutan, proses keberangkatan, hingga pengurusan perizinan untuk bekerja di luar negeri.
“ketika mereka berminat bekerja di luar negeri, nanti akan terfasilitasi mulai dari keberangkatannya, pelatihannya sampai dengan perizinannya oleh Kementerian Tenaga Kerja. Program ini gratis,” jelasnya.
Distransnaker Kukar berencana meningkatkan keterlibatan dalam program tersebut mulai akhir 2026 hingga sepanjang 2027. Pendataan juga akan diperluas dengan menggali potensi peserta pelatihan yang memperoleh dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Meski demikian, calon peserta tetap harus mengikuti seleksi sesuai ketentuan kementerian. Proses seleksi tersebut dapat melibatkan dinas tenaga kerja di tingkat kabupaten maupun kota.
Untuk pendaftaran, calon peserta nantinya diarahkan menggunakan aplikasi Siap Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, Distransnaker Kukar masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut mengenai persyaratan dan tahapan pendaftaran.
Verifikasi lapangan juga dimungkinkan untuk memastikan calon peserta memenuhi ketentuan program. Distransnaker Kukar akan menyampaikan perkembangan informasi melalui media sosial resminya agar masyarakat dapat mengikuti persyaratan dan peluang yang tersedia.
Dendy berharap penjajakan ini dapat memperluas manfaat pelatihan yang telah diberikan pemerintah daerah sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kukar.
“Kami ingin pelatihan yang sudah diberikan bisa membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, kami akan menggali minat para alumni terlebih dahulu dan mengikuti petunjuk dari kementerian agar program ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (Adv/fi)










