INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mendorong pengembangan ekosistem budaya yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi keberlanjutan aktivitas para pelaku budaya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah mengatakan, kebudayaan perlu ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan dikembangkan sebagai potensi yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Ekosistem budaya yang mampu memberikan tidak hanya dari sisi pelestarian budaya itu sendiri, tetapi bagaimana budaya ini sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pola kehidupan dan ini bisa menjadikan satu pegangan atau masa depan untuk dijadikan sebuah ekosistem yang mampu memberikan dampak positif bagi pelaku-pelaku budaya,” ujar Heriansyah, Senin (21/9/2026)..
Menurutnya, Erau tidak hanya menjadi agenda untuk mempertahankan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pelaksanaan festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem budaya yang dapat mendukung keberadaan dan kesejahteraan pelaku budaya.
“Seperti ini bukan saja untuk mempertahankan budaya, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem budaya. Artinya ini juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Heriansyah menjelaskan, pengembangan ekosistem budaya menjadi salah satu hal yang ingin didorong melalui pelaksanaan Erau 2026. Melalui pendekatan tersebut, pelestarian tradisi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi budaya yang dimiliki masyarakat.
Ia juga mengaitkan pengembangan kebudayaan dengan arah transformasi ekonomi Kabupaten Kukar, dari sektor ekstraktif menuju non-ekstraktif.
“Betul. Jadi bahwa proses saat ini kita sedang bertransformasi dari sumber daya galian yang ekstraktif menuju ke non-ekstraktif,” ujarnya.
Dalam konteks Erau, kekayaan sejarah dan tradisi Kutai menjadi bagian dari potensi budaya yang dapat terus diperkenalkan dan dikembangkan. Heriansyah turut menyoroti peluang pengembangan pariwisata sejarah melalui kedekatan Kabupaten Kukar dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia berharap masyarakat yang berkunjung ke IKN juga dapat datang ke Kukar, khususnya Tenggarong, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Apalagi IKN ada di sini, harapan kita orang datang ke IKN juga datang ke Kukar sebagai kerajaan tertua di Indonesia,” pungkasnya.
Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 menjadi salah satu ruang bagi Pemkab Kukar untuk terus memperkuat pelestarian budaya, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku budaya. (Adv/fi)









