Erau 2026 Buka Ruang Regenerasi Olahraga Tradisional di Kukar

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 02:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekda Kukar, Sunggono diwawancarai usai membuka lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. 

Foto: Sekda Kukar, Sunggono diwawancarai usai membuka lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. 

INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Penyelenggaraan lomba olahraga tradisional (oltrad) dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 menjadi ruang bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat pelestarian permainan warisan masyarakat sekaligus mendorong regenerasi pelakunya.

Lomba tersebut digelar di area parkir Pulau Kumala, Tenggarong, dan resmi dibuka pada Senin (21/9/2026). Sejumlah permainan tradisional, seperti belogo, bergasing, menyumpit, dan ketapel, dipertandingkan dalam kegiatan tersebut.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan olahraga tradisional tidak dapat dipandang hanya sebagai perlombaan yang berorientasi pada kemenangan. Menurutnya, setiap permainan mengandung nilai keterampilan dan pembelajaran yang terbentuk dari pengalaman masyarakat.

 

“Olahraga tradisional memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar menang atau kalah. Di dalamnya terdapat kecakapan, ketangkasan, keseimbangan, konsentrasi, keberanian, kesabaran, kerja sama, dan sportivitas,” kata Sunggono dalam sambutannya saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, setiap jenis permainan tradisional memiliki karakteristik dan tuntutan keterampilan yang berbeda. Permainan belogo, misalnya, membutuhkan ketepatan serta kemampuan memperhitungkan arah dan sasaran.

Permainan tersebut diikuti sekitar 90 peserta. Sementara itu, bergasing menuntut keterampilan dan ketekunan, termasuk pemahaman terhadap bahan serta teknik permainan yang diwariskan dan dikembangkan melalui pengalaman.

“Sedangkan menyumpit membutuhkan fokus, pengendalian diri dan ketepatan. Ketapel adalah olahraga tradisional yang menuntut konsentrasi dan keterampilan,” ujarnya.

Sunggono menilai berbagai keterampilan tersebut memperlihatkan bahwa permainan tradisional memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat pengetahuan yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dan diwariskan lintas generasi.

“Semua itu menunjukkan bahwa permainan tradisional mengandung pengetahuan yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dan layak ditempatkan sebagai bagian penting dari pendidikan budaya kita,” katanya.

Menurutnya, pengenalan terhadap olahraga tradisional perlu terus dilakukan, terutama kepada generasi muda. Pelestarian tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan bentuk permainan, tetapi juga memastikan nilai, keterampilan, dan pengetahuan yang menyertainya tetap dipahami.

Sunggono mengatakan perubahan zaman yang berlangsung cepat menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan olahraga tradisional. Karena itu, pelestarian tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan nama permainan atau menyelenggarakan perlombaan secara berkala.

Ia menekankan pentingnya keberadaan pelaku, ruang bermain, komunitas, aturan yang dipahami, serta generasi penerus agar olahraga tradisional tetap hidup di tengah masyarakat.

“Di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat, tantangan terbesar kita bukan hanya bagaimana mempertahankan nama sebuah permainan tradisional, tetapi bagaimana memastikan permainan itu tetap memiliki pelaku, ruang bermain, komunitas, aturan yang dipahami dan generasi terus berlanjut,” pungkasnya.

Melalui lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026, permainan warisan masyarakat kembali mendapat ruang untuk diperkenalkan dan dimainkan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat upaya menjaga kesinambungan keterampilan, pengetahuan, dan nilai budaya bagi generasi berikutnya. (Adv/fi)

Berita Terkait

Posko Relawan Tenggarong Diperkuat untuk Penanganan Karhutla
Erau Adat Kutai 2026 Dorong Pengembangan Ekosistem Budaya di Kukar
Banyak Pejabat Masuk Masa Pensiun, BKPSDM Kukar Siapkan Pemetaan Jabatan
Erau 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Masyarakat Hadiri Prosesi di Tenggarong
143 Tenaga Outsourcing Damkar Kukar Dipastikan Tetap Terbiayai hingga Akhir 2026
Bersama Kesultanan, Bupati Kukar Pastikan Persiapan Erau 2026 Berjalan Bertahap
Bupati Kukar Usulkan Masa Pembatasan Usaha di Lahan Terbakar untuk Cegah Karhutla
Intrusi Air Laut Ganggu Ketersediaan Air Bersih, Bupati Kukar Soroti Anggana
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 02:05 WIB

Posko Relawan Tenggarong Diperkuat untuk Penanganan Karhutla

Senin, 21 September 2026 - 02:02 WIB

Erau 2026 Buka Ruang Regenerasi Olahraga Tradisional di Kukar

Senin, 21 September 2026 - 02:00 WIB

Erau Adat Kutai 2026 Dorong Pengembangan Ekosistem Budaya di Kukar

Minggu, 20 September 2026 - 19:12 WIB

Banyak Pejabat Masuk Masa Pensiun, BKPSDM Kukar Siapkan Pemetaan Jabatan

Minggu, 20 September 2026 - 19:10 WIB

Erau 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Masyarakat Hadiri Prosesi di Tenggarong

Berita Terbaru

Pemkab Kukar

Posko Relawan Tenggarong Diperkuat untuk Penanganan Karhutla

Senin, 21 Sep 2026 - 02:05 WIB

Foto: Sekda Kukar, Sunggono diwawancarai usai membuka lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. 

Pemkab Kukar

Erau 2026 Buka Ruang Regenerasi Olahraga Tradisional di Kukar

Senin, 21 Sep 2026 - 02:02 WIB

Foto: Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah

Pemkab Kukar

Erau Adat Kutai 2026 Dorong Pengembangan Ekosistem Budaya di Kukar

Senin, 21 Sep 2026 - 02:00 WIB