Infonusa.co, Penajam – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih membayangi sektor pendidikan, meski mencatat beberapa capaian positif dalam evaluasi kinerja Pemkab tahun anggaran 2024.
Ketua Komisi II DPRD PPU sekaligus Ketua Pansus LKPJ, Thohiron, menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi pembangunan daerah. Ia menyoroti empat persoalan utama yang perlu segera dibenahi.
“Kalau bicara kualitas pendidikan, masih ada tantangan besar yang harus jadi perhatian pemerintah,” ujarnya belum lama ini.
Pertama, rendahnya minat masyarakat melanjutkan pendidikan, terutama karena kendala ekonomi, akses wilayah terpencil, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Kedua, terbatasnya jumlah guru berstatus ASN serta distribusi yang tidak merata membuat kualitas pendidikan antarwilayah timpang.
Ketiga, kualitas tenaga pengajar, khususnya guru PAUD, masih belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S1 atau D4. Hal ini dinilai berdampak pada mutu pendidikan anak usia dini.
Masalah keempat adalah keterbatasan ruang belajar, terutama di jenjang SD dan SMP. Penurunan jumlah ruang kelas membuat proses belajar tidak optimal.
Thohiron mendorong Pemkab melakukan pendataan menyeluruh terhadap tenaga pendidik serta memperkuat kapasitas lembaga pendidikan di daerah.
“Kemajuan daerah tak bisa dilepaskan dari kualitas pendidikan. Ini tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi muda PPU mendapat akses pendidikan yang layak dan merata,” pungkasnya.









