DPRD Samarinda Gelar RDP, Minta PT BBE Respon Permohonan Masyarakat Terkait Bekas Lahan Tambang

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng.

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng.

Infonusa.co, Samarinda – Usai gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga Samarinda yang terdampak polemik lahan dengan salah satu perusahaan tambang yakni PT Bukit Baiduri Energi (BBE). Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Ronald Stephen Lonteng beri penjelasan.

Dirinya menyebut dalam rapat tersebut, masyarakat yang terdampak lahan eks tambang memohon agar lahan itu dapat dihibahkan menjadi tempat pemakaman umum (TPU). Hal itu yang menjadi aspirasi masyarakat yang diterima oleh Legislatif Samarinda.

Pria yang sapa diakrab Ronald itu, mengungkapkan hingga saat ini belum ada kepastian dari permohonan masyarakat tersebut oleh pihak perusahaan. Bahkan dirinya menyayangkan, pihak yang hadir dalam RDP bukan dari jajaran perusahan BBE.

“Mengingatkan pihak BBE apakah sudah selesai melakukan proses persetujuan. Tapi sayangnya karena yang datang ini bukan stakeholder, sehingga kita tidak dapat kepastian bagaimana BBE bisa merespon permohonan warga tersebut,” bebernya.

Baginya, PT BBE seharusnya segera merespon permintaan warga, khususnya terkait hak guna pakai lahan yang terkena imbas kegiatan pertambangan.

Dirinya menekankan bahwa tanggapan konkret sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk kepedulian sosial maupun legalitas pemberian wilayah guna pakai kepada warga.

“Kalau dari kami tadi, pihak BBE harus segera merespon permintaan tersebut. Apakah kemudian nanti memberikan kepedulian hak guna pakai wilayah terhadap lahan yang kena imbas ke warga, berdasarkan permohonan berapa luasan itu tergantung dari pihak BBE,” ucapnya menjelaskan.

Kendati demikian, Ronald berharap komunikasi antara masyarakat dan pihak BBE bisa dilakukan secara langsung dan terbuka, agar setiap permasalahan yang muncul bisa segera ditindaklanjuti dan tidak berlarut-larut.

“Ini penting ya, supaya masyarakat terdampak bisa mendapatka hak-haknya dan ini harus menjadi perhatian lebih dalam setiap pemanfaatan lahan di wilayah Samarinda,” tutupnya. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru