DPRD PPU Tinjau Kembali RTRW untuk Menyikapi Perubahan Pembangunan

- Jurnalis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah meninjau ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika pembangunan yang kian berkembang. Penyesuaian ini diharapkan dapat mencerminkan kebutuhan sosial dan ekonomi daerah yang terus berubah.

Sariman, Anggota DPRD PPU, mengemukakan beberapa poin penting dalam pembahasan RTRW saat ini. Salah satu isu utama yang dibahas adalah kebutuhan ruang untuk pengembangan pemukiman baru, terutama seiring dengan pengurangan luasan Hak Guna Usaha (HGU) di kawasan yang kini berada di bawah Otoritas Ibu Kota Negara (OIKN).

“Cuma harapan kita, kan kita diambil satu kecamatan, Sepaku diambil oleh OIKN, ke depan kita itu butuh banyak ruang. Tentu saya ingin merekomendasikan pemerintah, kalau bisa di RTRW itu diatur HGU, ratusan ribu hektare itu kalau bisa dikurangi untuk pemukiman karena nanti itu akan menjadi kota,” ujarnya.

“Bagaimana anak generasi kita ke depan, nah itu yang harus kita coba mengusahakan untuk mengurangi luasan HGU itu,” tambah Sariman, menekankan pentingnya kebijakan ini untuk ketersediaan lahan bagi generasi mendatang.

Lebih jauh, Sariman juga menyoroti usulan strategis yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur transportasi antar kabupaten. Ia mengusulkan agar akses jalan menuju Kutai Barat (Kubar) menjadi prioritas dalam RTRW.

“Kemudian kita juga akan usulkan untuk yang lintas kabupaten itu jalan menuju Kutai Barat (Kubar). Nah, itu juga yang menjadi usulan prioritas di RTRW kita, karena kalau RTRW itu ada akses ke semua daerah maka pelabuhan di Buluminung itu akan menjadi pelabuhan andalan. Karena dia akan dihapit beberapa kabupaten termasuk Paser, PPU, IKN, Kubar dan Kukar. Satu-satunya pelabuhan terdekat yah Buluminung itu,” papar Sariman.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur jalan menuju Kutai Barat tidak hanya akan memperkuat konektivitas antar wilayah di Kalimantan Timur, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas serta mempercepat distribusi barang dan mobilitas penduduk.

Dengan posisinya yang strategis, Pelabuhan Buluminung diproyeksikan akan menjadi pusat kegiatan logistik yang vital, menghubungkan beberapa kabupaten sekaligus. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru