DPRD PPU Suarakan Kekhawatiran terhadap Pengurangan Anggaran Beasiswa Kaltim

- Jurnalis

Kamis, 19 September 2024 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana pengurangan anggaran sebesar 50 miliar rupiah untuk program beasiswa Kaltim yang dikelola oleh pemerintah provinsi Kalimantan Timur.

Meskipun beasiswa tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi, DPRD PPU berharap agar pengurangan anggaran ini tidak mengurangi perhatian terhadap pemberian beasiswa bagi para pelajar dan mahasiswa di Kaltim, bahkan diharapkan bisa ditingkatkan di masa mendatang.

“Kami mendengar adanya pengurangan anggaran beasiswa hingga 50 miliar rupiah untuk program beasiswa Kaltim,” ujar Andi Muhammad Yusuf.

Program beasiswa Kaltim selama ini menjadi salah satu bentuk dukungan dari pemerintah provinsi untuk membantu para pelajar dan mahasiswa di Kalimantan Timur, termasuk yang berada di PPU, dalam mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Beasiswa ini sangat diandalkan oleh banyak siswa berprestasi yang membutuhkan bantuan finansial untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Namun, dengan adanya pengurangan anggaran yang cukup signifikan, Andi dan DPRD PPU merasa perlu untuk menyuarakan kekhawatiran tersebut. Meskipun pengelolaan beasiswa ini berada di bawah kewenangan provinsi, Andi menekankan bahwa beasiswa ini memiliki dampak yang besar bagi pendidikan di PPU, sehingga setiap kebijakan yang mempengaruhi beasiswa harus diperhatikan secara serius.

“Mengenai ini, kami ingin menyampaikan bahwa karena itu adalah kewenangan provinsi, pertanyaan seputar pengurangan beasiswa harus diarahkan ke pihak provinsi,” jelas Andi.

Meskipun demikian, ia tetap berharap agar pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian khusus terhadap program beasiswa ini, mengingat pentingnya dukungan finansial bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki potensi akademis yang baik.

Menurut Andi, program beasiswa seperti Kaltim merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia di wilayah Kaltim, termasuk PPU.

Melalui program ini, banyak siswa berprestasi yang sebelumnya mungkin tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, dapat melanjutkan studi mereka dengan lebih baik. Oleh karena itu, ia sangat berharap agar pengurangan anggaran ini tidak berdampak pada jumlah penerima beasiswa atau kualitas dukungan yang diberikan.

“Harapan kami ke depan adalah agar tetap ada perhatian khusus pada beasiswa ini, bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi,” tutup Andi. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru