DPRD PPU Soroti Swasembada Pangan untuk Dukung Kebutuhan IKN, Fokus pada Pengairan

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) tengah menyoroti pentingnya pengembangan swasembada pangan di Kabupaten PPU sebagai upaya mendukung kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Anggota DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, menekankan bahwa sektor pertanian, khususnya pengairan, harus menjadi prioritas utama untuk memastikan ketahanan pangan di wilayah yang tengah berkembang ini.

“Ada ahli yang menyoroti tentang bagaimana menciptakan swasembada pangan di Kabupaten PPU untuk memenuhi kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Andi Muhammad Yusuf.

Ia mengemukakan bahwa keberhasilan swasembada pangan di Kabupaten PPU tidak hanya penting bagi ketahanan pangan lokal, tetapi juga berperan krusial dalam mendukung kebutuhan pangan yang meningkat akibat pembangunan IKN.

“Harapannya besar agar masalah pertanian di Kabupaten PPU benar-benar diperhatikan, baik dari segi pengairan dan hal-hal lainnya,” sahutnya.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian harus didukung oleh infrastruktur yang memadai, terutama sistem pengairan yang efisien. Tanpa dukungan pengairan yang baik, produksi pertanian akan terhambat, yang pada akhirnya berdampak pada ketersediaan pangan di IKN.

Lebih lanjut, Syahrudin menyebutkan pentingnya pembangunan Bendungan Lambakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah pengairan.

“Selain itu, berharap terkait kelanjutan pembangunan Bendungan Lambakan untuk mengairi sawah-sawah yang ada di Kabupaten Paser dan PPU, serta ketersediaan air bersih yang menjadi prioritas,” tambahnya.

Bendungan Lambakan diharapkan dapat menyediakan sumber air yang cukup untuk irigasi pertanian, sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Pengembangan swasembada pangan di Kabupaten PPU tidak hanya melibatkan peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga perlu adanya inovasi dan teknologi yang mendukung.

Andi Muhammad Yusuf menyarankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk universitas dan lembaga penelitian, untuk mengembangkan teknik pertanian modern yang dapat meningkatkan hasil panen dan efisiensi penggunaan air. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru