Infonusa.co, PPU – Masalah kelangkaan dan mahalnya harga pupuk masih menjadi keluhan utama para petani di Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Kondisi ini mencuat dalam agenda reses Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Hariyono, yang berlangsung pada 27 Februari 2025 lalu.
Hariyono menyebutkan, persoalan pupuk menjadi penghambat serius dalam pengembangan sektor pertanian di daerah. Tidak hanya sulit didapat, harga pupuk yang beredar di lapangan juga kerap melebihi harga yang semestinya.
“Hingga saat ini, pupuk masih menjadi masalah klasik bagi petani. Selain langka, harga yang ditawarkan pun tidak terjangkau,” ungkapnya, (15/03/2025).
Ia mendesak pemerintah daerah agar bertindak cepat dan responsif dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi lintas OPD bersama kelompok tani di tingkat lapangan.
“Distribusi pupuk harus dikawal agar tepat sasaran. Pemerintah juga perlu menyiapkan solusi alternatif agar petani tidak terus-menerus terbebani,” tutupnya.(adv/dprd/ppu/mr)









