DPRD PPU Soroti Lambannya Penyediaan Fasilitas Pengairan yang Paksa Petani Alihfungsikan Lahan

- Jurnalis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Lambannya penyediaan fasilitas pengairan di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Menurut anggota DPRD PPU, Ishaq Rahman, ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur pengairan secara tepat waktu memaksa masyarakat untuk mengalihfungsikan lahan pertanian mereka menjadi perkebunan kelapa sawit.

Dalam pandangannya, alih fungsi lahan ini bukanlah sepenuhnya kesalahan masyarakat, tetapi lebih merupakan akibat dari kurangnya dukungan fasilitas dari pemerintah.

“Masyarakat yang mengalihfungsikan lahan karena memang kita sendiri lamban memberikan mereka fasilitas,” ujar Ishaq.

Menurutnya, ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertanian mereka, pilihan untuk beralih ke tanaman lain seperti kelapa sawit menjadi langkah terakhir yang terpaksa diambil.

Kondisi ini, lanjut Ishaq, tidak bisa dijadikan alasan untuk menyalahkan masyarakat. Sebaliknya, pemerintah harus introspeksi dan melihat kelemahan dalam penyediaan infrastruktur pendukung pertanian.

Ishaq menambahkan bahwa persoalan pengairan seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah agar petani tidak perlu mengambil langkah drastis dengan mengubah lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Jangan hanya mencari-cari alasan untuk menyalahkan orang lain dong,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu berhenti mencari kambing hitam dalam masalah ini dan sebaliknya fokus pada penyediaan solusi konkret yang bisa mendorong petani untuk tetap bertahan di sektor pertanian.

Bagi Ishaq, solusi dari pemerintah adalah kunci agar masyarakat tidak merasa perlu mengalihfungsikan lahan mereka. Tanpa adanya sistem pengairan yang memadai, petani kesulitan mempertahankan lahan pertanian, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada pasokan air yang stabil untuk irigasi.

“Solusinya dari kita, kalau pengairannya nggak jelas, mereka kesulitan mendapat air. Jadi, jangan hanya menyalahkan masyarakat,” lanjut Ishaq.

Ia berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun fasilitas pengairan yang andal, sehingga masyarakat bisa kembali mengoptimalkan lahan mereka untuk pertanian. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru