DPRD PPU Soroti Kekecewaan Petani Akibat Harga Anjlok dan Desak Jaminan Pasar Stabil

- Jurnalis

Senin, 14 Oktober 2024 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Kisah petani yang harus membuang hasil panen mereka karena harga yang anjlok kini menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU).

Anggota DPRD PPU, Ishaq Rahman, menyuarakan kekecewaan para petani yang merasa menjadi korban ketidakpastian ekonomi, terutama saat musim panen tiba.

Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan jaminan harga dan pasar yang stabil agar para petani tidak mengalami kerugian besar ketika hasil panen melimpah dan harga di pasar jatuh.

“Kita dorong masyarakat jadi petani, tapi harus ada jaminan yang jelas. Jangan sampai dong kita sama seperti daerah lain yang ketika panen raya, tomat harga anjlok dan dibuang ke sungai atau parit,” ujar Ishaq.

Menurutnya, tanpa jaminan pasar dan harga yang layak, petani hanya akan terus berada dalam lingkaran ketidakpastian yang merugikan, bahkan harus menghadapi kenyataan pahit membuang hasil panen yang sudah mereka usahakan dengan susah payah.

Ishaq menyebutkan bahwa kejadian anjloknya harga produk pertanian saat panen raya bukan hal baru di banyak daerah, termasuk di PPU. Hal ini sering terjadi pada produk seperti tomat, cabai, dan sayuran lain yang rentan terhadap fluktuasi harga.

“Itu bentuk kekecewaan. Kasih jaminan pasar dong,” lanjutnya.

Ishaq melihat bahwa tindakan membuang hasil panen bukan hanya bentuk protes dari petani, tetapi juga merupakan bukti nyata bahwa pasar yang stabil dan harga yang wajar menjadi kebutuhan mendesak agar petani bisa merasakan manfaat dari hasil kerja keras mereka.

Lebih jauh, Ishaq menekankan bahwa DPRD PPU siap mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan kebijakan jaminan harga dan pasar yang efektif bagi para petani.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu memberikan dorongan untuk masyarakat agar terjun ke sektor pertanian, tetapi juga memastikan adanya perlindungan terhadap risiko-risiko ekonomi yang mereka hadapi.

Ia menyarankan agar pemerintah berkolaborasi dengan pelaku industri dan perusahaan untuk menampung hasil panen petani dengan harga yang sesuai, sehingga produk pertanian tidak hanya bergantung pada harga pasar yang fluktuatif. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru