DPRD PPU Pertanyakan Skema Air Bersih Gratis, Rusbani: Harus Jelas dan Terukur

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Rusbani

Ketua Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Rusbani

Infonusa.co, Penajam— Ketua Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Rusbani, mempertanyakan kejelasan konsep program air bersih gratis yang menjadi salah satu janji unggulan Bupati PPU. Hingga kini, DPRD belum melihat rincian program tersebut dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kita belum melihat secara menyeluruh apakah program air gratis ini benar-benar tercantum secara utuh dalam RPJMD,” kata Rusbani, Rabu (30/4/2025).

Ia menekankan pentingnya penjabaran istilah “gratis” agar tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat. Menurutnya, ‘gratis’ bisa berarti berbagai hal, seperti pembebasan biaya untuk rumah ibadah, sambungan rumah (SR) baru untuk warga kurang mampu, atau hanya batasan volume tertentu yang digratiskan.

“Kalau tidak ada batasan yang jelas, dikhawatirkan terjadi salah paham. Gratis itu harus ada kriteria dan klasifikasi,” ujarnya.

Rusbani mengingatkan, jika program ini benar-benar dijalankan tanpa batas dan menyeluruh, maka konsekuensi anggaran akan sangat besar. Ia memperkirakan kebutuhan dana bisa mencapai Rp43 miliar per tahun.

“Kalau semua pelanggan dibebaskan dari iuran, itu beban berat bagi keuangan daerah,” tambahnya.

Ia membandingkan dengan program kuliah gratis di tingkat provinsi yang tetap mensyaratkan kriteria tertentu, seperti usia dan domisili. Hal serupa, kata dia, juga seharusnya diterapkan pada program air bersih gratis.

Rusbani juga mengingatkan potensi dampak negatif jika program dilaksanakan tanpa regulasi ketat, yakni terjadinya pemborosan akibat konsumsi air yang tidak terkendali.

“Kalau air benar-benar gratis tanpa batas, bisa memicu perilaku konsumtif yang tidak bijak. Ini tentu kontraproduktif dengan semangat efisiensi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB