DPRD PPU Nilai Pengentasan Kemiskinan Belum Tuntas, Bijak Soroti Ketergantungan pada Bantuan Tunai

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD PPU, M. Bijak Ilhamdani

Anggota DPRD PPU, M. Bijak Ilhamdani

Infonusa.co, Penajam — Meski Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan angka kemiskinan ekstrem telah mencapai nol persen pada 2024, DPRD menilai persoalan kemiskinan secara umum masih menjadi tantangan serius di lapangan.

Anggota DPRD PPU, M. Bijak Ilhamdani, menegaskan bahwa strategi pengentasan kemiskinan tidak bisa mengandalkan pendekatan bantuan instan semata. Menurutnya, pendekatan jangka pendek seperti bantuan tunai belum mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Memang kemiskinan ekstrem disebut nol persen, tapi itu hanya yang berpendapatan di bawah Rp300 ribu. Pemerintah beri bantuan Rp400 ribu dan dianggap tuntas. Padahal, kemiskinan umum masih tinggi,” jelas Bijak, Selasa (3/6/2025).

Ia menyebut penghapusan kemiskinan harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Intervensi tunai, menurutnya, tidak cukup untuk memutus mata rantai kemiskinan tanpa disertai penguatan kapasitas ekonomi lokal.

“Tidak bisa instan. Harus ada strategi jangka panjang yang membangun kemandirian warga,” tegasnya.

Bijak juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing sektor ekonomi, serta menciptakan iklim investasi yang sehat. Hal ini dinilai lebih berkelanjutan dibanding sekadar distribusi bantuan sosial.

“Pemerintah daerah harus perkuat kapasitas fiskal dan ekonomi. Hanya itu yang bisa membuat masyarakat mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar program bantuan tunai yang selama ini dijalankan dievaluasi secara menyeluruh, guna mengukur efektivitasnya dalam menekan angka kemiskinan secara riil.

“Kalau tidak dibarengi dengan penguatan ekonomi daerah, sulit dikatakan efektif,” pungkasnya.

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB