Infonusa.co, PPU – Ancaman gagal panen akibat curah hujan tinggi menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sekretaris Komisi I DPRD PPU, Hariyono, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif menjelang musim panen kedua yang diperkirakan berlangsung pada Maret 2025.
“Kami belum melihat upaya konkret dari pemerintah dalam mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem. Komunikasi yang aktif dengan para petani sangat diperlukan agar ada solusi yang jelas,” ujar Hariyono, (13/03/2025).
Ia menegaskan bahwa tingginya curah hujan dapat mengancam keberlangsungan produksi pangan lokal. Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi intensif antara pemerintah dan kelompok tani untuk menjaga hasil pertanian tetap aman.
Tak hanya itu, Hariyono juga menyoroti minimnya fasilitas pertanian yang dimiliki petani di sejumlah wilayah, seperti di Giripurwa. Para petani di sana disebutnya sangat membutuhkan bantuan alat pertanian seperti hand tractor guna mendukung produktivitas.
“Respon cepat pemerintah sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk bantuan alat maupun strategi menghadapi cuaca. Evaluasi rutin terhadap kondisi pertanian harus dilakukan agar permasalahan di lapangan bisa segera diatasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan petani sangat penting untuk mendukung program swasembada pangan. Bantuan seperti pupuk, alat pertanian, hingga perlindungan hasil panen dinilai krusial dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
Hariyono berharap pemerintah daerah segera bergerak cepat untuk membantu petani menghadapi masa panen tahun ini.
“Jika ditangani dengan cepat dan tepat, sektor pertanian di PPU bisa terus berkembang dan menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah,” tutupnya.
adv/dprd/ppu/mr









