DPRD PPU Dorong Penyelesaian Tapal Batas Melalui Mediasi Antar Daerah

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) menyarankan agar permasalahan tapal batas antar wilayah diselesaikan melalui mediasi antara kedua belah pihak yang bersengketa.

Menurut Anggota DPRD PPU, Syahrudin M Noor, penyelesaian secara dialogis lebih efektif daripada membawa masalah ini ke tingkat pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa regulasi yang ada sudah cukup untuk menjadi dasar penyelesaian, sehingga pemerintah provinsi dan lintas kabupaten dapat menyelesaikannya dengan dialog bersama.

“Ini bukan zamannya lagi untuk berdebat tentang tapal batas. Tidak ada lagi hal-hal seperti itu. Kita mau semua selesai dengan duduk bersama-sama untuk mencari solusi yang baik,” ujar Syahrudin.

Ia menekankan bahwa era perselisihan yang berlarut-larut sudah seharusnya ditinggalkan. Saat ini, yang dibutuhkan adalah semangat kebersamaan dan keinginan untuk menyelesaikan masalah secara damai dan konstruktif.

Syahrudin menjelaskan bahwa mediasi antara kedua belah pihak adalah langkah yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas. Dengan melibatkan pemerintah provinsi dan lintas kabupaten, diharapkan solusi yang dihasilkan dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat.

“Mediasi antara kedua belah pihak juga bisa dilakukan. Tidak perlu sampai ke pusat, saya kira, karena ada regulasi,” lanjutnya.

Regulasi yang ada dianggap sudah cukup memadai untuk menjadi landasan dalam menyelesaikan konflik tapal batas tanpa harus melibatkan pemerintah pusat.

Menurut Syahrudin, membawa masalah tapal batas ke tingkat pemerintah pusat hanya akan memperpanjang proses penyelesaian dan berpotensi menimbulkan ketegangan antar daerah.

Ia percaya bahwa pemerintah daerah memiliki kapasitas dan wewenang untuk menyelesaikan masalah ini secara mandiri.

“Kecuali jika masing-masing pihak mempertahankan argumentasi, ya silakan pemerintah di atas satu tingkat untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Namun, ia berharap hal tersebut tidak perlu terjadi jika semua pihak bersedia untuk berdialog dan mencari solusi bersama. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru