DPRD PPU Dorong Jaminan Pasar bagi Petani untuk Hindari Kerugian Saat Panen Raya

- Jurnalis

Senin, 14 Oktober 2024 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Petani di Penajam Paser Utara (PPU) kembali menghadapi masalah besar terkait jaminan pasar bagi hasil panen mereka. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Ishaq Rahman, menyoroti situasi yang sering terjadi saat panen raya, di mana para petani harus mengalami kerugian besar karena tidak adanya pasar yang jelas untuk menampung produk mereka.

Ishaq mengkritik kondisi yang membuat petani harus membuang hasil panen mereka akibat harga yang jatuh, sebuah situasi yang menurutnya bisa dihindari jika pemerintah menyediakan jaminan pasar yang stabil bagi para petani.

“Ini cuma dari sisi komunitas, tapi aspek-aspek pendukung lainnya juga penting,” ujar Ishaq.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian memerlukan perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam hal pasar dan harga jual yang kompetitif. Menurutnya, tanpa jaminan pasar yang stabil, petani akan terus menjadi pihak yang paling rentan terkena dampak ketika harga anjlok atau ketika produk pertanian tidak terserap oleh pasar.

Ishaq menjelaskan bahwa jaminan pasar adalah faktor kunci yang dapat meningkatkan keberlanjutan produksi pertanian.

“Petani juga penting, dengan harga yang kompetitif dan jaminan pasar. Kalau jaminan pasarnya ada, orang pasti produksi,” lanjutnya.

Menurutnya, ketika petani memiliki kepastian bahwa produk mereka akan terserap oleh pasar dengan harga yang layak, mereka akan terdorong untuk meningkatkan produktivitas tanpa takut mengalami kerugian. Namun, tanpa jaminan tersebut, petani menjadi pihak yang dirugikan, terutama saat hasil panen melimpah dan harga jual di pasar jatuh.

Lebih jauh, Ishaq mengkritik ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah dalam menyediakan dukungan pasar bagi sektor pertanian lokal. Ia menyebutkan bahwa jaminan pasar bukan hanya soal pemasaran, tetapi juga bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan daerah.

Jika pasar yang jelas tersedia, maka rantai pasok pangan akan lebih stabil, dan petani tidak akan menghadapi risiko yang besar ketika memasuki masa panen.

“Kalau nggak, siapa lagi yang jadi korban? Petani lagi yang jadi korban,” tegasnya.

Ishaq menekankan bahwa petani seharusnya tidak dibiarkan menjadi korban dari ketidakpastian pasar dan harus mendapat perlindungan dari pemerintah. ADV/IB

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB