DPRD PPU Bertekad Selesaikan APBD 2025 Tepat Waktu, Kejar Tempo untuk Pelaksanaan Program

- Jurnalis

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen untuk menyelesaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebelum tenggat waktu.

DPRD menegaskan bahwa penyusunan APBD yang tepat waktu sangat penting untuk memastikan ruang yang cukup dalam pelaksanaan program-program yang telah dianggarkan.

Mereka tidak ingin bermain di ujung waktu, karena hal tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan program-program yang direncanakan.

“InsyaAllah, kami akan panggil OPD dan segera menyelesaikan APBD 2025 sebelum jatuh tempo waktunya,” ujar Syahrudin M Noor, Anggota DPRD PPU.

Menurutnya, menyelesaikan APBD tepat waktu akan memberikan keleluasaan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melaksanakan program-program yang sudah direncanakan dengan lebih baik dan efisien. Hal ini menjadi salah satu prioritas DPRD dalam rangka menjaga kelancaran pelaksanaan program di lapangan.

Syahrudin menegaskan bahwa DPRD tidak ingin terjebak pada situasi di mana penyusunan APBD terlambat, sehingga mempengaruhi pelaksanaan program-program penting.

“Kami tidak mau bermain di ujung-ujung waktu, karena kita mau ada ruang waktu untuk melaksanakan kegiatan program yang sudah di-posting di dalam APBD,” tegasnya.

Dengan penyusunan APBD yang selesai tepat waktu, pemerintah daerah dapat segera bergerak menjalankan berbagai program yang telah dianggarkan tanpa harus menunggu terlalu lama, sehingga tidak ada program yang tertunda atau terhambat.

Dalam pandangannya, penyusunan dan pelaksanaan APBD yang tepat waktu akan menciptakan siklus anggaran yang sehat. Ini juga memungkinkan pemerintah daerah untuk lebih responsif dalam menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis.

Syahrudin menggarisbawahi bahwa APBD yang sehat tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh ketepatan penerapan dan serapan anggaran.

“Saya kira, jika kita mau APBD kita sehat, penerapannya harus tepat. Kalau serapan hanya satu persen sekarang, itu tentu menjadi potensi masalah di UPTD yang masuk kategori merah,” tutupnya. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru