Infonusa.co, PPU – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pemerataan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat. Pasalnya, cakupan layanan Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) dinilai masih terbatas, baru menjangkau sekitar 15.113 pelanggan atau 31 persen dari total penduduk PPU.
Anggota DPRD PPU, Syarifuddin HR, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengambil langkah cepat dalam memperluas akses air bersih, terutama melalui pembangunan infrastruktur yang memadai.
“Air bersih masih menjadi kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi. Ini harus menjadi perhatian serius dan diselesaikan secara bertahap,” ujarnya, (12/03/2025).
Ia menekankan pentingnya pembangunan sarana penampungan air baku dan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) di berbagai wilayah. Langkah ini diyakini mampu mendukung peningkatan produksi dan distribusi air bersih ke 54 kelurahan dan desa di PPU.
“Pemerintah daerah perlu memprogramkan peningkatan kapasitas produksi air bersih secara menyeluruh. Apalagi, dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan air akan semakin besar,” jelasnya.
Syarifuddin juga menyoroti keluhan masyarakat pesisir di Kelurahan Penajam yang sering mengalami gangguan distribusi. Menurutnya, layanan air di wilayah tersebut belum optimal.
“Warga di ujung Kelurahan Penajam sering mengeluhkan air tidak mengalir sepanjang hari. Perumda AMDT perlu melakukan perbaikan dan pengaturan sistem distribusi agar seluruh pelanggan bisa mendapatkan pasokan air secara merata,” pungkasnya.
adv/dprd/ppu/mr









