Infonusa.co, Samarinda – Jajaran DPRD Kota Samarinda memberikan lampu hijau terhadap cetak biru Pemerintah Kota Samarinda yang hendak menggulirkan program Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Kesuma Bangsa saban Sabtu malam.
Kebijakan ramah lingkungan tersebut diproyeksikan mampu menjadi instrumen efektif dalam menekan angka ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM), sekaligus mereduksi volume kendaraan pribadi di area pusat kota.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mencermati bahwa terobosan ini sangat selaras dengan komitmen penghematan energi yang tengah digalakkan. Sterilisasi kendaraan bermotor pada koridor jalan tertentu dinilai sebagai aksi nyata untuk mengendalikan konsumsi bahan bakar fosil.
“Sepanjang program ini bermuara pada output yang positif, kami di parlemen tentu menyokong penuh penerapan CFN ini. Ini adalah strategi yang baik untuk memangkas mobilitas kendaraan pribadi dan mengefisiensikan pemakaian BBM,” jabar Rohim.
Menurut pandangannya, konsep malam bebas kendaraan ini akan menyulap fungsi jalan raya secara temporer menjadi ruang interaksi sosial (publik) yang inklusif bagi masyarakat. Jalur yang biasanya disesaki knalpot kendaraan bakal dialihkan fungsinya menjadi pusat aktivitas komunal warga.
Ia menambahkan, dampak positif dari kebijakan ini memiliki efek domino yang luas. Tidak sekadar berfokus pada misi penyelamatan lingkungan dan energi, tetapi juga membuka keran ekonomi baru bagi para pelaku usaha mikro di Samarinda.
“Agenda CFN ini bisa menjadi jawaban atas dua tantangan sekaligus; mengendalikan konsumsi energi perkotaan dan di sisi lain menyediakan panggung strategis bagi para pelaku UMKM untuk memutar roda niaganya,” urainya.
Lebih jauh, Rohim memandang program CFN sebagai stimulus awal untuk mengedukasi dan mengubah pola pikir (mindset) warga Kota Tepian agar perlahan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Dirinya menaruh asa agar momentum ini dapat menumbuhkan kembali budaya berjalan kaki serta pemanfaatan transportasi alternatif yang lebih sehat.
“Saat malam bebas polusi itu bergulir, jalanan sepenuhnya bertransformasi menjadi milik pejalan kaki, sementara para pedagang kecil diberikan wadah yang representatif untuk mencari nafkah,” imbuhnya.
DPRD Samarinda menegaskan akan tetap menjalankan fungsi kontrol secara konsisten dengan melakukan pengawasan dan evaluasi berkala di lapangan. Hal ini penting guna menakar sejauh mana efektivitas program CFN dalam mereduksi beban konsumsi energi serta mengurai simpul kemacetan di jantung kota. (San/Adv)









