Infonusa.co, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mengambil langkah strategis dengan mempersempit fokus dukungan pada cabang olahraga (cabor) beladiri yang dinilai paling berpotensi menyumbang medali di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Dengan keterbatasan anggaran dan sumber daya, Dispora Kaltim menegaskan tidak semua dari sepuluh cabor beladiri bisa mendapatkan fasilitas penuh. Beberapa cabor yang dianggap siap secara mandiri, seperti kurash dan taekwondo, tetap berjalan dengan penyelenggaraan kejuaraannya masing-masing.
“Kami harus selektif, karena prioritas utama saat ini adalah persiapan menuju PON,” kata Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading.
Salah satu cabang yang mendapat perhatian lebih adalah karate. Kejuaraan karate tingkat daerah akan digelar Agustus mendatang, dan dijadikan sebagai ajang evaluasi sekaligus pembinaan bagi atlet.
“Kejuaraan bukan hanya sebagai wadah kompetisi, tetapi juga bagian dari proses evaluasi dan pembinaan bagi atlet,” lanjut Rasman.
Dispora menilai kejuaraan yang digelar di tiap cabor menjadi instrumen penting untuk mengukur kesiapan atlet, sekaligus memperkuat performa mereka sebelum turun di panggung nasional.
Melalui strategi ini, Dispora Kaltim ingin memastikan pembinaan berjalan efektif, mempererat kerja sama dengan organisasi cabang olahraga, dan menjaga arah program tetap fokus pada target besar: mengukir prestasi maksimal di PON mendatang. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









