Data Tunjukkan Ribuan Anak di Kukar Putus Sekolah, Salehuddin Berharap ada Perubahan

- Jurnalis

Jumat, 8 November 2024 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salehuddin, Anggota DPRD Kaltim. (lN).

Salehuddin, Anggota DPRD Kaltim. (lN).

Infonusa.co, Samarinda – Menurut Data terbaru dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Ristek per 29 Juni mencatat ribuan anak di Kukar putus sekolah atau bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Hal tersebut membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehudin mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dari data yang dipublikasikan, sebanyak 1.911 anak lulusan SD di Kukar tidak melanjutkan ke jenjang SMP, sementara 2.400 anak lulusan SMP tidak berlanjut ke SMA. Tidak hanya itu, terdapat 3.298 anak yang putus sekolah di tengah jalan, dan 6.000 anak lainnya sama sekali belum merasakan bangku sekolah.

Beberapa kecamatan, seperti Samboja dan Tenggarong, memiliki angka yang cukup mengkhawatirkan. Di Samboja, terdapat 360 anak yang tidak bersekolah, sementara di Tenggarong ada 384 anak.

Salehudin menilai kondisi ini harus menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap masa depan generasi muda dan pembangunan daerah. Menurutnya, penyebab putus sekolah ini perlu ditelusuri, apakah karena faktor ekonomi atau rendahnya minat anak untuk melanjutkan pendidikan, terutama di wilayah perkebunan.

“Kalau saya pikir ini menjadi catatan penting dan masalah yang harus kita selesaikan bersama. Apakah karena anak-anak tidak mau sekolah atau karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, terutama di daerah yang dekat dengan perkebunan,” ungkap Salehudin.

Untuk mengatasi masalah ini, Salehudin berharap agar program beasiswa, seperti Kukar Idaman dan Kaltim Tuntas, benar-benar tepat sasaran, terutama bagi anak-anak di daerah dengan tingkat kemiskinan dan putus sekolah yang tinggi.

Menurutnya, beasiswa ini bisa menjadi solusi untuk mendorong anak-anak agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat kendala biaya.

“Beasiswa ini kita dorong agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Selama ini kan ada kategorinya, seperti afirmasi dan sebagainya, tapi kita perlu fokus lebih pada kategori kurang mampu di daerah dengan tingkat putus sekolah yang tinggi,” tandasnya. (Ikhsan/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Demi Keadilan, GMKI dan GAMKI Kaltim Kawal Proses Perizinanan Pendirian Gereja Toraja di Samarinda
Abdul Rasid Serap Aspirasi Warga Batu Dinding, Fokus pada Perbaikan Infrastruktur
Ahmad Yani Dorong Pemenuhan Tenaga Medis di Wilayah Hulu Kukar
DPD KNPI Kaltim Resmi Tunjuk Irwansyah Nakhodai Caretaker KNPI PPU
Momentum HUT ke-52, Caretaker DPD KNPI Kaltim Gelar Dialog & Sarahsehan
TPS Padat Karya Dikeluhkan Warga, Komisi III DPRD Samarinda Segera Bertindak
Pencarian ABK Hilang di Sungai Mahakam Berakhir, Tim SAR Temukan Korban
Maritim Muda Kaltim Ajak Masyarakat Dorong Pemerintah Untuk Rancang dan Ketok Palu Revitalisasi Jembatan Mahakam 1
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Agustus 2025 - 20:30 WIB

Demi Keadilan, GMKI dan GAMKI Kaltim Kawal Proses Perizinanan Pendirian Gereja Toraja di Samarinda

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:41 WIB

Abdul Rasid Serap Aspirasi Warga Batu Dinding, Fokus pada Perbaikan Infrastruktur

Rabu, 30 Juli 2025 - 22:43 WIB

Ahmad Yani Dorong Pemenuhan Tenaga Medis di Wilayah Hulu Kukar

Rabu, 30 Juli 2025 - 20:44 WIB

DPD KNPI Kaltim Resmi Tunjuk Irwansyah Nakhodai Caretaker KNPI PPU

Senin, 28 Juli 2025 - 16:27 WIB

Momentum HUT ke-52, Caretaker DPD KNPI Kaltim Gelar Dialog & Sarahsehan

Berita Terbaru