INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp10 miliar untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla selama kondisi darurat hingga rehabilitasi wilayah yang terdampak kebakaran.
“Untuk penanganan karhutla, dana penanganan dari pusat total Rp10 miliar. Peruntukannya untuk penanganan dan rehabilitasi,” kata Sunggono, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang menunjang operasional petugas di lapangan. Penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan karhutla.
“Untuk diperlukan bisa saja beli selang, beli mobil,” ujarnya.
Sunggono menyebut, dukungan anggaran tersebut memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi karhutla, termasuk pemenuhan kebutuhan operasional serta penanganan lanjutan terhadap wilayah yang terdampak.
Di sisi lain, perkembangan penanganan karhutla di Kukar menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Hal itu terlihat dari laporan Satuan Tugas (Satgas) terkait penurunan jumlah titik panas atau hotspot.
“Untuk saat ini hotspot mulai berkurang. Untuk status siaga bencana, penanganannya, laporan dari teman-teman satgas untuk titik hotspot-nya sudah sangat berkurang dan semakin lama semakin baik kondisi penanganannya,” jelasnya.
Pemantauan hotspot dilakukan bersamaan dengan koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla. Kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena berpengaruh terhadap potensi munculnya titik panas baru.
Sunggono mengatakan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan mulai turun pada awal September. Kondisi tersebut diharapkan membantu penanganan sekaligus menekan risiko meluasnya karhutla.
Selain kebutuhan sarana dan prasarana, Pemkab Kukar juga menerima usulan terkait kesejahteraan tenaga outsourcing yang mendukung tugas penanganan di lapangan.
Sunggono mengatakan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kukar telah menyampaikan usulan penambahan pendapatan atau honor bagi tenaga outsourcing.
“Untuk outsourcing yang disampaikan oleh Kepala Damkarmat, diusulkan penambahan pendapatan atau honor,” pungkasnya.
Dengan dukungan anggaran tersebut, penanganan karhutla di Kukar mencakup kebutuhan operasional, penguatan sarana dan prasarana, hingga rehabilitasi wilayah terdampak. Perkembangan hotspot dan kondisi cuaca juga terus dipantau sebagai bagian dari penanganan di lapangan. (Adv/fi)










