Bupati Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sumber Air di Permukiman Padat

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat memantau posko bantuan.

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat memantau posko bantuan.

INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyiapkan penguatan sarana sumber air di kawasan permukiman padat sebagai bagian dari evaluasi penanganan kebakaran di Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah mengoptimalkan Dana RT pada tahun mendatang untuk mendukung penyediaan titik air maupun sistem pengairan di lingkungan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Hal tersebut disampaikan Aulia saat memantau posko bantuan dan dapur umum serta menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Jalan A.M. Alimuddin, Tenggarong, Kamis (8/10/2026).

Menurut Aulia, kebutuhan sumber air perlu diperhatikan karena kondisi permukiman padat di sejumlah kawasan Tenggarong menyulitkan akses kendaraan pemadam. Pemerintah daerah telah berdiskusi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar untuk melihat kebutuhan hidran maupun sistem pengairan.

“Untuk kawasan-kawasan padat penduduk di Tenggarong ini, salah satu penguatan kita untuk Dana RT tahun depan adalah bagaimana kita memastikan ketersediaan air di setiap sudut tempat yang sulit untuk dijangkau oleh kendaraan,” jelasnya.

Namun, Aulia menegaskan sarana yang dibutuhkan setiap lingkungan tidak selalu sama. Karena itu, pemerintah akan melakukan pemetaan sebelum menentukan bentuk dukungan yang sesuai.

“Jadi kebutuhan masing-masing RT tidaklah sama. Nanti kita akan lihat kalau seandainya bisa ditangani dengan Dana RT, maka kita akan coba optimalkan pembiayaan kita di Dana RT untuk mengatasi permasalahan tersebut,” katanya.

Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat mitigasi kebakaran di kawasan permukiman dengan akses terbatas. Ketersediaan titik air yang lebih dekat diharapkan dapat membantu proses penanganan apabila terjadi kebakaran.

Di sisi lain, Aulia memastikan penanganan warga terdampak tetap menjadi perhatian pemerintah. Saat mengunjungi lokasi, ia berdialog dengan warga untuk mengetahui kebutuhan selama masa pemulihan.

Salah satu kebutuhan yang disampaikan warga berkaitan dengan perlengkapan memasak. Pemkab Kukar kemudian berkoordinasi dengan Baznas untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kalau seandainya bahan masakannya banyak dan perlengkapan masaknya tidak ada, bahan makanan tidak bisa terolah. Kita ingin bantuan-bantuan yang diberikan ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warga masyarakat kita,” kata Aulia.

Aulia juga mengapresiasi relawan yang masih membantu aktivitas dapur umum bagi warga terdampak maupun personel yang terlibat dalam penanganan pascakebakaran.

“Kita ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan. Tadi kita lihat ibu-ibu para relawan yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, membantu dapur umum yang dibangun oleh BPBD dan teman-teman Damkar,” ujarnya.

Selain kebutuhan fisik, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap kondisi psikologis warga. Sekitar 75 kepala keluarga terdampak dalam kebakaran tersebut dan pemerintah meminta kondisi mereka terus dipantau selama proses pemulihan.

“Selain kita merecovery dari perspektif fisik, kita juga harus melihat perspektif psikis warga masyarakat kita. Dari 75 kepala keluarga yang terdampak, harus kita pastikan bahwa semuanya bisa terkelola dengan baik,” tuturnya.

Menurut Aulia, keterlibatan komunitas dan masyarakat sekitar juga dibutuhkan untuk membantu warga melewati dampak pascakebakaran.

“Kita khawatir pascakebakaran ini meninggalkan luka yang cukup dalam sehingga menimbulkan stres dan lain sebagainya bagi warga masyarakat kita. Kita pun harus hadir untuk membantu warga masyarakat kita menyelesaikan permasalahan yang bersifat psikis,” tegasnya.

Melalui pemetaan kebutuhan di tingkat RT, Pemkab Kukar akan melihat kemungkinan penggunaan Dana RT untuk mendukung penyediaan sumber air di kawasan yang memiliki keterbatasan akses. Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari penguatan mitigasi sekaligus evaluasi dari penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk. (Adv/fi)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah
Dispar Kukar Siapkan Regenerasi Talenta Ekraf lewat Ekraf Goes to School
Pemkab Kukar Petakan Kebutuhan Hidran dan Sumber Air di Permukiman Padat
Pemkab Kukar Siapkan Mini MPP di 20 Kecamatan, Layanan Akan Terintegrasi
Mini Mall Pujasera Kukar Disiapkan Jadi Hub Bisnis dan UMKM
Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN
ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN
Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:28 WIB

Dispar Kukar Siapkan Regenerasi Talenta Ekraf lewat Ekraf Goes to School

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:26 WIB

Bupati Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sumber Air di Permukiman Padat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Pemkab Kukar Petakan Kebutuhan Hidran dan Sumber Air di Permukiman Padat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Mini MPP di 20 Kecamatan, Layanan Akan Terintegrasi

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:31 WIB