Infonusa.co, PENAJAM — Program Brigade Pangan yang dijalankan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menunjukkan hasil konkret. Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menyampaikan bahwa sejumlah bantuan pertanian kini mulai disalurkan ke petani, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis TR3 atau traktor jonder.
“Saat ini bantuan dari Brigade Pangan yang sudah disalurkan adalah TR3, atau jonder,” ujar Sujiati, Kamis (10/04/2025).
Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut, keberadaan Brigade Pangan yang digerakkan oleh petani milenial membawa angin segar bagi pelaku pertanian lokal. Selain alsintan, kebijakan ini turut mendorong adanya kepastian harga pangan, termasuk komoditas strategis seperti cabai.
“Petani kita baru kali ini benar-benar merasakan harga yang tinggi. Selama ini mereka selalu merugi karena harga yang terlalu rendah,” katanya.
Meski harga cabai meningkat dan sempat dikeluhkan oleh beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai konsumen, Sujiati menilai kondisi ini justru bisa menjadi pemicu perubahan gaya hidup. Ia menyarankan agar para ASN memulai langkah sederhana seperti menanam cabai dalam pot atau polybag di rumah.
“Kalau hanya untuk kebutuhan rumah tangga, cukup tanam lima pohon cabai pakai polybag. Bisa kok, saya sendiri begitu. Saya tanam sampai 50 pohon, bukan cuma untuk saya, bahkan tetangga ikut menikmati,” ungkapnya.
Ia menegaskan pentingnya gerakan Rumah Pangan Lestari sebagai solusi jangka panjang. Dengan memanfaatkan ruang pekarangan, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan tetap mendapatkan pasokan pangan segar saat harga naik.
“Gerakan menanam sendiri ini bukan hanya soal kemandirian, tapi juga strategi menghadapi lonjakan harga. Minimal lima polybag di satu rumah itu sudah cukup menekan pengeluaran,” tandasnya.









