Brigade Pangan Salurkan Alsintan, Sujiati: Petani Senang, PNS Bisa Tanam Cabai Sendiri

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025 - 02:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati

Infonusa.co, PENAJAM — Program Brigade Pangan yang dijalankan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menunjukkan hasil konkret. Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menyampaikan bahwa sejumlah bantuan pertanian kini mulai disalurkan ke petani, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis TR3 atau traktor jonder.

“Saat ini bantuan dari Brigade Pangan yang sudah disalurkan adalah TR3, atau jonder,” ujar Sujiati, Kamis (10/04/2025).

Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut, keberadaan Brigade Pangan yang digerakkan oleh petani milenial membawa angin segar bagi pelaku pertanian lokal. Selain alsintan, kebijakan ini turut mendorong adanya kepastian harga pangan, termasuk komoditas strategis seperti cabai.

“Petani kita baru kali ini benar-benar merasakan harga yang tinggi. Selama ini mereka selalu merugi karena harga yang terlalu rendah,” katanya.

Meski harga cabai meningkat dan sempat dikeluhkan oleh beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai konsumen, Sujiati menilai kondisi ini justru bisa menjadi pemicu perubahan gaya hidup. Ia menyarankan agar para ASN memulai langkah sederhana seperti menanam cabai dalam pot atau polybag di rumah.

“Kalau hanya untuk kebutuhan rumah tangga, cukup tanam lima pohon cabai pakai polybag. Bisa kok, saya sendiri begitu. Saya tanam sampai 50 pohon, bukan cuma untuk saya, bahkan tetangga ikut menikmati,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya gerakan Rumah Pangan Lestari sebagai solusi jangka panjang. Dengan memanfaatkan ruang pekarangan, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan tetap mendapatkan pasokan pangan segar saat harga naik.

“Gerakan menanam sendiri ini bukan hanya soal kemandirian, tapi juga strategi menghadapi lonjakan harga. Minimal lima polybag di satu rumah itu sudah cukup menekan pengeluaran,” tandasnya.

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB