Brigade Pangan Dorong Kemandirian Petani PPU, Sujiati: Harga Gabah Rp6.500 Buat Petani Tersenyum

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 02:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati

Infonusa.co, PENAJAM — Program Brigade Pangan yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia mulai menunjukkan dampak positif di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Seiring dengan dilaksanakannya panen bersama oleh Pemkab PPU dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), program ini ditujukan untuk memperkuat swasembada pangan nasional sebagai prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut dijalankan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 657 Tahun 2024, dan mendapat tanggapan positif dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menyebut kehadiran Brigade Pangan menjadi angin segar bagi petani lokal.

“Brigade ini sangat membantu masyarakat kita, terutama petani. Harapannya program dari pusat ini bisa benar-benar dirasakan hingga ke lapisan paling bawah, tanpa menyulitkan,” ujar Sujiati, Senin (7/4/2025).

Salah satu dampak konkret yang dirasakan petani, menurut Sujiati, adalah penetapan harga beli gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Ia menilai ini sebagai langkah strategis yang mengakhiri ketidakpastian harga yang selama ini membebani petani.

“Dengan harga gabah Rp6.500, petani kita akhirnya bisa tersenyum. Harga ini membuat mereka punya harapan baru. Harapannya, ini bukan hanya kebijakan sesaat, tapi bisa berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Lebih jauh, politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa kedaulatan pangan harus dimulai dari kesejahteraan petani. Bila petani kuat dan mandiri, maka daerah pun akan lebih tangguh.

“Kalau harga panen sudah menguntungkan, mereka tidak akan bergantung lagi pada bantuan pemerintah. Mereka bisa berdiri sendiri,” tutupnya.

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB