INFONUSA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat pengawasan terhadap kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) selama jam kerja. Salah satu langkah yang disiapkan adalah inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat ASN berada di luar kantor.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar Rendra Abadi mengatakan, rencana tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Kukar dan mendapat instruksi untuk memperkuat pengawasan terhadap kedisiplinan pegawai.
Sidak nantinya dapat menyasar sejumlah tempat usaha, khususnya kafe dan warung kopi (warkop), yang menjadi salah satu lokasi pengawasan.
“Insyaallah mungkin dalam waktu dekat juga kami akan melakukan sidak-sidak ke tempat-tempat, terutama kafe dan warkop. Jangan sampai ada ASN yang nongkrong pada saat jam kerja,” ujarnya.
Menurut Rendra, ASN memiliki kewajiban menjalankan tugas sesuai ketentuan jam kerja. Pegawai yang meninggalkan tempat kerja tanpa alasan yang jelas selama jam kerja dapat dikenakan sanksi disiplin.
Ketentuan tersebut mengatur tingkatan hukuman disiplin mulai dari ringan, sedang hingga berat. Untuk pelanggaran tertentu, sanksi dapat mencapai pemberhentian sebagai ASN.
“Jadi itu sudah jelas ya, meninggalkan jam kerja, meninggalkan kantor pada saat jam kerja tanpa alasan, apalagi kalau sampai nongkrong di warung kopi, maka itu tentunya akan kami tindaki ke depannya,” tegas Rendra.
Ia menegaskan, pengawasan kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan pegawai di kantor. ASN yang memiliki tugas di lapangan tetap menjalankan kewajibannya sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing selama jam kerja.
Karena itu, Rendra berharap kesadaran untuk mematuhi ketentuan kedisiplinan tumbuh dari masing-masing pegawai, tanpa harus selalu menunggu adanya imbauan maupun pengawasan.
“Ini sebenarnya ASN sudah tahu kewajibannya. Pada saat jam kerja, kita harus berada di lapangan ataupun di tempat kerja. Jadi, saya kira teman-teman ASN sudah mengetahui hal tersebut. Tanpa diimbau pun, mereka sudah harus tahu,” tutupnya. (Adv/fi)








