Pemkab Kukar Jajaki Pasar Hasil Produksi SAE PASTARUNG, Lahan Tambahan Ikut Diupayakan

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat meresmikan SAE PASTARUNG.

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat meresmikan SAE PASTARUNG.

Infonusa.co, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjajaki peluang pemasaran hasil pertanian dan peternakan Sentra Asimilasi Edukasi (SAE) PASTARUNG melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain memperluas akses pasar, pemerintah daerah juga membuka peluang dukungan lahan tambahan untuk mengembangkan kegiatan produktif warga binaan Lapas Kelas IIA Tenggarong.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, hasil produksi SAE PASTARUNG berpotensi diserap untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG di wilayah Kukar. Keterhubungan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi hasil produksi sekaligus mendukung keberlanjutan program pemberdayaan warga binaan.

“Kita akan menghubungkan dengan dapur-dapur SPPG yang ada di Kabupaten Kukar. Hasil pertanian ini bisa digunakan langsung oleh dapur SPPG,” ujar Aulia saat mengunjungi SAE PASTARUNG di Jalan Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Menurut Aulia, perluasan akses pemasaran penting agar kegiatan pertanian dan peternakan di kawasan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Pemkab Kukar, kata dia, membuka peluang dukungan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai kewenangannya.

“Pemerintah melalui organisasi perangkat daerah terkait siap mendukung program-program Lapas Tenggarong sesuai kewenangannya,” tegasnya.

Selain pemasaran, Pemkab Kukar juga akan menelusuri kemungkinan penyediaan lahan yang lebih luas untuk menunjang pengembangan SAE PASTARUNG. Aulia menyebutkan, terdapat sejumlah lahan bekas tambang yang berpotensi diserahkan kepada pemerintah daerah dan dapat dipertimbangkan pemanfaatannya untuk kegiatan produktif.

“Kemarin Pak Kalapas sudah menelepon saya meminta lahan yang lebih luas. Nanti kita coba carikan. Mudah-mudahan ada, karena ada beberapa lahan eks tambang yang mau diserahkan ke pemerintah daerah,” jelasnya.

Kebutuhan perluasan kawasan tersebut dinilai penting untuk membuka kesempatan pemberdayaan bagi lebih banyak warga binaan. Aulia menyebutkan, jumlah warga binaan di Lapas Tenggarong mencapai sekitar 1.300 orang, sehingga pengembangan fasilitas dan kegiatan produktif perlu mempertimbangkan kapasitas yang tersedia.

Ia menilai, SAE PASTARUNG melalui program Simpul Berdaya dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan, memperoleh pengalaman kerja produktif, serta mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Aulia mengaku terkesan melihat perkembangan kawasan tersebut. Menurutnya, SAE PASTARUNG mampu menghadirkan lingkungan pembinaan yang nyaman dan edukatif meski sebelumnya memiliki keterbatasan.

“Saya pertama kali melihat tempat ini, enggak ada apa-apanya. Tapi tiba-tiba saya datang hari ini melihat tempat ini, sangat luar biasa. Jadi hunian yang nyaman dan tempat edukasi yang baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa stigma negatif dari masyarakat masih menjadi tantangan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Karena itu, keterampilan dan hasil karya yang mereka kembangkan perlu memperoleh ruang agar dapat membantu proses kemandirian dan penerimaan kembali di lingkungan sosial.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, menyambut baik peluang dukungan pemerintah daerah, terutama untuk perluasan lahan dan akses pemasaran hasil produksi. Ia berharap SAE PASTARUNG dapat terus dikembangkan sebagai tempat pembinaan sekaligus ruang untuk memperlihatkan kemampuan warga binaan kepada masyarakat.

Wayan menjelaskan, pihaknya juga membangun keterhubungan antara kegiatan di SAE PASTARUNG dan kehidupan di luar lapas melalui program integrasi. Program tersebut melibatkan warga binaan yang akan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Kami buat program integrasi dengan masyarakat dan calon-calon warga binaan yang akan menjalani integrasi, supaya mereka bergabung di sini. Masyarakat bisa melihat bahwa inilah karya mereka,” katanya.

Ia berharap masyarakat memberi kesempatan kepada warga binaan untuk kembali berbaur setelah menyelesaikan masa pembinaan. Menurutnya, penerimaan sosial menjadi bagian penting agar mereka dapat menjalani kehidupan secara normal dan mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh.

“Jangan selalu menstigma, karena mereka juga berhak untuk hidup di luar. Terima mereka dan menjadi masyarakat seperti pada umumnya,” pungkasnya. (Adv/fi)

Berita Terkait

PKB Kukar Diminta Tak Hanya Hadir Saat Pemilu, Pengurus Baru Tekankan Pengabdian
Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dispora Kukar Ajak Pemuda Ambil Peran dalam Isu Sosial dan Lingkungan
Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:47 WIB

PKB Kukar Diminta Tak Hanya Hadir Saat Pemilu, Pengurus Baru Tekankan Pengabdian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dispora Kukar Ajak Pemuda Ambil Peran dalam Isu Sosial dan Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Pemkab Kukar Jajaki Pasar Hasil Produksi SAE PASTARUNG, Lahan Tambahan Ikut Diupayakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Berita Terbaru