MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penandatanganan MoU MGRM yang disaksikan oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Foto: Penandatanganan MoU MGRM yang disaksikan oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Infonusa.co, KUTAI KARTANEGARA — PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) menargetkan setoran pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebesar Rp24 miliar pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan daerah ini tidak hanya mengandalkan pendapatan dari participating interest (PI) 10 persen Blok Mahakam, tetapi juga mengembangkan sejumlah lini usaha di luar PI.

Direktur Utama PT MGRM, Efri Novianto, mengatakan pengembangan bisnis non-PI menjadi salah satu langkah untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan sekaligus memperbesar kontribusi kepada daerah.

Hal itu disampaikannya dalam syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 MGRM di Kantor Graha PT MGRM, Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Efri menjelaskan, MGRM mulai menerima arus kas dari PI 10 persen Blok Mahakam pada 22 Januari 2025. Sejak itu, pendapatan perusahaan menunjukkan tren positif. Namun, pengelolaan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menghadapi tantangan berupa penurunan sumber daya dan produksi serta tingginya biaya operasional.

“Sejak 22 Januari 2025, MGRM sudah mulai menerima arus kas dari PI 10 persen Blok Mahakam. Sejak 2025, tren pendapatan menunjukkan perkembangan positif, meskipun kami juga menghadapi tantangan dari kondisi sektor hulu migas dan biaya operasional yang cukup tinggi,” kata Efri.

Untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan, MGRM mulai memperluas kegiatan usaha di luar PI. Bidang yang dikembangkan mencakup perdagangan gas atau gas trading, perdagangan minyak dan gas bumi, penyediaan kebutuhan operasional perusahaan di berbagai wilayah, serta kegiatan sebagai penyedia barang dan jasa maupun kontraktor.

Menurut Efri, diversifikasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pendapatan baru dan memperkuat kemampuan perusahaan dalam memberikan setoran kepada Pemkab Kukar.

“Kami berupaya mengembangkan kegiatan usaha di luar PI agar sumber pendapatan perusahaan semakin beragam. Harapannya, pengembangan bisnis ini dapat meningkatkan nilai tambah bagi MGRM sekaligus memperbesar kontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Kukar,” ujarnya.

Efri menyebutkan, akumulasi setoran PAD MGRM sejak 2019 mencapai sekitar Rp2,7 miliar. Sementara itu, target Rp24 miliar pada 2026 menjadi sasaran yang ingin dicapai melalui penguatan usaha dan dukungan pemerintah daerah, pemegang saham, serta para pemangku kepentingan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, berharap pengembangan bisnis tersebut dapat meningkatkan kontribusi MGRM terhadap pendapatan daerah. Menurutnya, perusahaan yang memasuki usia ke-8 ini perlu terus memperkuat kinerja, baik melalui pengelolaan PI maupun pengembangan sektor usaha lainnya.

“Ya, hari ini kita memperingati hari lahir MGRM, salah satu perusahaan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara yang bergerak di bidang migas dan pertambangan lainnya. Tentunya kita berharap di ulang tahun yang ke-8 ini MGRM bisa menjadi perusahaan yang memberikan kontribusi lebih besar lagi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.

Ia menilai, pengelolaan PI Blok Mahakam selama ini menjadi salah satu sumber kontribusi penting bagi PAD Kukar. Meski demikian, pengembangan usaha non-PI dinilai perlu terus dilakukan agar sumber pendapatan perusahaan semakin beragam.

“Selama ini MGRM merupakan salah satu perusahaan yang terus memberikan kontribusi PAD cukup besar karena mengelola PI untuk Blok Mahakam. Kontribusinya terasa sangat signifikan bagi pendapatan asli daerah,” katanya.

Aulia berharap perluasan kegiatan usaha dapat meningkatkan pendapatan MGRM sekaligus memperkuat peran perusahaan daerah dalam mendukung pembangunan Kukar.

“Kita berharap ke depan MGRM juga mampu mengembangkan sektor-sektor bisnis non-PI sehingga pendapatan atau penghasilan yang dikontribusikan sebagai pendapatan asli daerah bisa meningkat lebih besar lagi,” tegasnya.

Momentum HUT ke-8 ini diharapkan menjadi dorongan bagi MGRM untuk memperkuat kinerja dan merealisasikan rencana pengembangan bisnis. Pencapaian target setoran PAD 2026 akan menjadi salah satu tolok ukur kontribusi perusahaan, seiring upaya memperluas sumber pendapatan di luar pengelolaan PI Blok Mahakam. (Adv/fi)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
BKPSDM Kukar Kembangkan PRAKTIS untuk Evaluasi ASN yang Absen tetapi Tak Masuk Kerja
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru