Infonusa.co, Samarinda — Banjir yang merendam kawasan Desa Loa Janan KM 1, khususnya di RT 17, menyisakan penderitaan mendalam bagi puluhan warga. Genangan air yang terus meninggi memaksa aktivitas warga lumpuh total, bahkan sejumlah keluarga harus dievakuasi menggunakan perahu ban demi menghindari risiko yang lebih besar.
Di tengah situasi darurat tersebut, kepedulian sosial pun bergerak cepat. Di bawah koordinasi Lembaga Formaker Kaltim, berbagai organisasi masyarakat turun langsung ke lokasi terdampak. KOHATI Cabang Samarinda, PRANA, HARMONIS, PUAN Mahakam, dan sejumlah komunitas lainnya turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini.
Mereka menyambangi rumah-rumah warga, menyisir wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, serta makanan siap saji yang menjadi secercah harapan di tengah bencana yang melanda.
Kegiatan ini turut didukung oleh Ketua RT 17, Bapak Muntari (juga dikenal sebagai Bapak Agus), yang membantu memfasilitasi distribusi bantuan dan mendampingi para relawan menyusuri lokasi-lokasi terdampak.
Menurut keterangan warga setempat, sejak awal banjir terjadi, belum ada bantuan yang masuk dari pemerintah pusat. Bantuan sejauh ini baru datang dari anggota DPRD Kota dan inisiatif lembaga-lembaga masyarakat yang peduli terhadap kondisi warga.
“Ini murni dari kesadaran dan rasa kemanusiaan lembaga-lembaga masyarakat yang kami himpun bersama. Kami berharap langkah ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut membantu,” ungkap perwakilan dari Formaker Kaltim.
Banjir yang melanda wilayah ini bukan sekadar bencana alam, melainkan juga cermin yang memperlihatkan dua sisi kehidupan, yakni rentannya masyarakat terhadap cuaca ekstrem, dan kuatnya semangat gotong royong yang tak pernah padam.
Di tengah genangan air dan lumpuhnya aktivitas, solidaritas antarwarga justru menjadi cahaya harapan yang mengingatkan kita bahwa di saat negara mungkin tak selalu hadir tepat waktu, kepedulian sesama tetap menjadi sandaran yang paling nyata.









