Infonusa.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai mematangkan persiapan panen raya padi di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, yang diperkirakan berlangsung pada November 2026. Panen tersebut dijadwalkan menjadi momentum untuk melihat langsung hasil budidaya padi masyarakat di kawasan Danau Semayang.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi untuk mempersiapkan kegiatan panen raya yang diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan ke depan.
“Kami sudah berkoordinasi. Kemungkinan dua minggu lagi kita akan melaksanakan panen raya. Melalui kesempatan ini, kami juga ingin mengundang seluruh pihak untuk bersama-sama datang ke Semayang dan menyaksikan kegiatan panen raya padi yang sempat viral,” kata Aulia.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani, menjelaskan waktu panen di kawasan tersebut tidak berlangsung serentak. Hal ini karena waktu tanam setiap petani berbeda, mengikuti kondisi air danau yang menyusut serta kesiapan lahan masing-masing.
“Ketika kondisi danau mulai mengering dan mereka melihat peluang untuk menanam, mereka mulai menanam. Setelah itu, tetangganya menyusul menanam. Jadi, waktunya berbeda-beda, tidak seperti persawahan yang jadwal tanamnya lebih teratur,” jelas Rifani.
Dengan pola tersebut, panen diperkirakan berlangsung bertahap sejak awal November hingga pertengahan Desember 2026. Sebagian lahan bahkan berpotensi baru dipanen pada akhir Desember.
Padi di kawasan Danau Semayang dibudidayakan menggunakan metode tanam benih langsung atau Tabela Dar. Penanaman dilakukan ketika permukaan danau menyusut sehingga lahan dapat dimanfaatkan sebagai area pertanian.
Untuk mendukung budidaya tersebut, Pemkab Kukar telah menyalurkan sekitar 1,5 ton benih padi kepada masyarakat Semayang. Jumlah serupa juga diberikan kepada masyarakat Desa Pela. Bantuan benih di Semayang diperkirakan dapat mendukung luas tanam sekitar 10 hingga 15 hektare, di luar lahan yang ditanami masyarakat secara swadaya.
Rifani menyebut pola pertanian serupa juga ditemukan di kawasan Melintang, Kecamatan Muara Wis, yang diperkirakan memasuki masa panen pada awal Desember 2026. Penanaman padi juga dilakukan di Desa Pela dan kawasan Jantur yang berada di anak Danau Jempang.
Setelah panen, Distanak Kukar akan melakukan pengukuran produktivitas menggunakan metode ubinan dengan mengambil sampel hasil panen pada petak berukuran satu meter persegi. Hasil pengukuran tersebut digunakan untuk menghitung produktivitas dan memperkirakan total produksi berdasarkan luas lahan.
Pengukuran juga diperlukan untuk mengetahui dampak musim kemarau terhadap hasil pertanian. Tanaman yang ditanam sebelum Juli berpotensi mengalami penurunan produksi, sementara tanaman yang ditanam setelah periode tersebut diperkirakan masih relatif normal.
“Kita belum bisa memperkirakan pengaruh musim kemarau terhadap produksi secara keseluruhan karena masih ada beberapa lahan yang belum dipanen. Nanti setelah panen selesai dan hasil ubinan diketahui, baru kita bisa melihat apakah terjadi penurunan produksi atau tidak,” ujar Rifani.
Hasil panen dan pengukuran produktivitas nantinya menjadi bahan evaluasi Pemkab Kukar dalam melihat potensi pengembangan pertanian padi di kawasan danau. (Adv/fi)










